KEMAH BAKTI 2018/2019

PENABUR

KEMAH BAKTI

Seksi Kegiatan Kesiswaan-Bagian Layanan dan Pendukung Pendidikan (LAPENDIK) mengadakan Perkemahan Bakti Pramuka Penggalang SMPK PENABUR Jakarta, pada 24-26 Oktober 2018 di kampung Cidokom, desa Kopo, Cisarua, Bogor. Dewan Galang kelas 8 SMPK PENABUR Jakarta berkumpul untuk mengikuti kegiatan Kemah Bakti. Setiap perwakilan sekolah berjumlah 16 orang, 8 orang putri dan 8 orang putra serta 2 orang kakak pembina. Mendengar kabar bahwa akan ada kemah bakti, kami Dewan Galang SMPK Penabur Kota Jababeka sangat senang dan bersemangat. Kami langsung mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan seperti, tenda tidur, tenda barang, tenda dapur, rak sepatu, rak piring, jemuran, gapura, pagar dan masih banyak lagi.

Rabu, 24 Oktober, pukul 06.00 pagi kami sudah berkumpul dan bersiap-siap untuk berangkat menggunakan bus angkatan. Sekitar pukul 09.00 WIB kami sudah sampai di pos registrasi, kami dibagikan name tag, buku acara dan syal berwarna yang digunakan saat kegiatan nanti. Untuk sampai di tempat tujuan kami mengikuti arah yang sudah kakak pembina siapkan menggunakan bendera semaphore di setiap titik. Kami ditugaskan untuk menghitung langkah dan menggunakan kompas untuk sampai ke tempat tujuan. Setelah sampai di tenda perkemahan, kami langsung mempersiapkan yang kami butuhkan, yaitu memasang empat buah tenda, gapura dan beres-beres barang bawaan kami masing masing. Pukul 11.00 siang kami berkumpul untuk melaksanakan Apel pembuka. Kami bertemu banyak sekali teman-teman baru dari berbagai sekolah. Barisan antar sekolah sudah ditentukan oleh panitia. Apel berjalan dengan lancar, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Selesai makan siang, kami berkumpul sesuai warna syal yang tadi dibagikan. Warna merah untuk kelompok semaphore, ungu tua untuk belanja kebutuhan masak, ungu muda untuk pelatihan PBB, coklat untuk memasak nasi, dan masih banyak lagi. Pembelajaran berlangsung selama 1 jam 30 menit. Kami mendapatkan banyak sekali materi yang telah disampaikan dan pastinya sangat bermanfaat. Pukul 16.00 WIB kami memiliki waktu luang sekitar 1 jam, yang kami gunakan untuk menyelesaikan tapak kemah. Tiba-tiba hujan turun mengguyur kota Bogor. Hujan membuat kampung kami becek dan tanah menjadi lembab, akibatnya tanah licin dan kaki maupun tangan kotor terkena tanah. Tidak sedikit pula yang terpeleset karena tanah licin, tapi itu tidak membuat kami patah semangat untuk tetap melakukan kegiatan lho! Sore menuju malam kami memasak makan malam kami menggunakan kayu bakar dan alat masak yang sudah disiapkan oleh panitia. Bahan masak dan kayu bakar tersebut diambil oleh teman-teman yang mengenakan syal berwarna ungu tua. Mulai dari susah menyalakan api, terkena cipratan minyak, asap kayu bakar yang membuat mata perih dan masih banyak lagi kesusahan yang kami rasakan, tetapi semua itu terasa hilang saat kami merasakan kebersamaan, tertawa dan bercanda bersama. Malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, seluruh Dewan Galang berkumpul mengikuti apel malam. Ada penyalaan api suci yang dilanjutkan penampilan talent show dari tiap sekolah. Ada yang menari, menyanyi dan bermain gitar. Saat acara berlangsung, panitia menyiapkan snack malam, yaitu bakso dan teh hangat. Selesai acara ada pengumuman bahwa, dua orang dari tiap regu harus membagi tugas untuk shift malam. Teman-teman yang shif malam bertugas menjaga kampungnya masing-masing. Shift 1 mulai pukul 11.00-01.00 WIB, shift 2 pukul 01.00-03.00 WIB dan shift 3 pukul 03.00-05.00 WIB.

Esok nya acara dilanjutkan dengan melaksanakan senam bersama, kami merasakan udara kota Bogor sangat segar dan sejuk. Selesai senam kami diberikan waktu untuk sarapan pagi, masih dengan memasak lauk sendiri, untuk melatih kemandirian kami. Selesai sarapan kami melaksanakan apel pagi, seperti biasa apel berjalan dengan lancar dan tertib. Kegiatan selanjutnya yaitu Kerja Bakti. Kerja bakti kali ini, membangun jalan untuk warga desa Cidokom. Kami membagi tugas, ada yang mengaduk pasir, estafet pasir, hingga pembuatan jalan. Kami bertemu para warga yang sangat ramah, banyak adik-adik kami yang ingin berangkat sekolah juga. Disini kita membutuhkan kerjasama, sehingga pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan. Makanan telah dihidangkan oleh panitia, pukul 12.00 WIB kami berhenti sejenak untuk makan siang dan istirahat. Pukul 13.00 WIB kami melanjutkan lagi kerja bakti. Usai kerja bakti kami menyantap es jeruk yang seger banget. Pukul 15.30-17.00 WIB kami mengikuti lomba masak. Kami langsung membagi tugas, ada yang membeli bahan makanan, membuat api, menyiapkan bahan makanan, menanak nasi, memasak lauk dan sayur. Usai mengumpulkan makanan yang dilombakan barulah kami memasak untuk makan malam. Hujan kembali turun, angin bertiup sangat kencang sehingga membuat tenda dapur kami rubuh. Kami berpencar untuk memastikan barang-barang yang tidak boleh terkena hujan aman, termasuk makanan kami. Makanan tersebut kami pindahkan ke tenda peleton dan kami makan di sana. Karena keterbatasan air, tidak semua piring dapat dicuci, sehingga makan malam kami akan sangat menantang. Regu pria memilih untuk makan di dalam baskom bersama, sementara regu wanita sepiring berdua. Saat mencuci kaki dan tangan pun kami harus sangat menghemat air. Pengalaman ini menyadarkan kami akan arti kebersamaan dan bagaimana mengatasi keterbatasan sumber daya alam yang ada.

Hari terakhir tiba, Jumat 26 Oktober 2018 kami bangun dan harus melawan udara yang sangat dingin. Kami harus bergerak dan bergabung di lapangan untuk mengikuti senam. Lima orang teman tidak ikut senam karena harus membuat sarapan dan menyicil persiapan pulang. Selesai senam, kami melaksanakan apel pagi sekaligus apel penutup. Apel dimeriahkan dengan pembagian hadiah dari berbagai lomba dan penyematan “TIGOR” (tanda ikut gotong royong) oleh panitia. Apel selesai kami bersiap-siap untuk pulang dan membenah segala perlengkapan hingga pukul 11.00 WIB. Pukul 13.45 WIB kami sudah sampai di sekolah.

Rasanya waktu berjalan dengan cepat. Banyak pelajaran yang dapat kami ambil dari kegiatan kemah bakti ini, mulai dari kemandirian, ketangguhan, kedisiplinan, kerjasama dan masih banyak lagi. Kami Gugus Depan 09-179/09-180 mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara ini dengan sangat baik dan membimbing kami dengan baik hingga menjadi Dewan Penggalang yang sesungguhnya!

By : Debora Marintan (Kelas 8A)